Informasi mengenai disabilitas

Speech and Language Delay

Pengertian
Keterlambatan (speech delay) bicara dan berbahasa pada anak, menggambarkan kemampuan (skill) anak yang berkembang, tetapi pada tingkat yang lebih lambat dari anak-anak sebayanya sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Masalah keterlambatan bicara dan berbahasa ini, bisa ringan, sedang, atau berat.

Penyebab

Gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya.

Mengajarkan kata kepada anak dengan pengucapan yang jelas. Usahakan anak melihat gerakan bibir Anda ketika mengucapkan kata-kata tersebut. Misalnya, susu bukan cucu, minum bukan mik atu num, makan bukan maem atau mamam.

Ciri-Ciri Khusus
• Penyalahgunaan kata-kata sehingga menimbulkan makna yang berbeda
• Ketidakmampuan untuk mengekspresikan ide-ide
• Pola pragmatikal tidak pantas
• Tidak banyak memiliki kosakata
• Ketidakmampuan mengikuti arahan

Cara Menangani

• Konsultasikan anak ke dokter atau psikolog tentang tumbuh kembang anak, bicarakan pada para ahli tentang tumbuh kembang anak dan kemampuan apa saja yang sudah bisa dikuasainya.
• Berikan anak kesempatan untuk berinteraksi dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan ini bisa memotivasi anak untuk belajar bicara karena bermain dengan anak-anak
lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
• Ibu bisa menstimulasi anak dengan mengajaknya berkomunikasi meskipun anak belum mampu berbicara dengan baik. Ibu bisa mengajak anak untuk membacakan dongeng dan bernyanyi.