Informasi mengenai disabilitas

Rett Syndrome

Pengertian
Sindrom Rett (RS) adalah sindrom perkembangan fisik, mental, dan sosial anak yang muncul antara usia lima bulan dan empat tahun pada anak-anak yang perkembangannya normal sebelumnya. Terjadi hanya pada anak perempuan, sindrom ini melibatkan gangguan koordinasi gerakan berulang, melambatnya pertumbuhan kepala, dan retardasi mental yang berat atau mendalam, serta keterampilan sosial dan komunikasi terganggu.

Penyebab

Terjadi hanya pada anak perempuan, sindrom ini melibatkan gangguan koordinasi, gerakan berulang, melambatnya pertumbuhan kepala, dan retardasi mental yang berat atau mendalam, serta keterampilan sosial dan komunikasi terganggu. SindromRett terjadi akibat kelainan genetik yang mempengaruhi cara otak berkembang.

Ciri-Ciri Khusus
• Kehilangan tujuan gerakan tangan, seperti menggenggam dengan jari, mencapai sesuatu, atau menyentuh sesuatu dengan sengaja
• Kehilangan pidato
• Saldo dan masalah koordinasi, termasuk kehilangan kemampuan untuk berjalan dalam banyak kasus gerakan tangan Stereotypic, seperti meremas-remas tangan
• Masalah pernapasan, seperti hiperventilasi dan menahan nafas, atau apnea saat terjaga
• Kecemasan dan masalah sosial-perilaku
• Disabilities Intelektual dan perkembangan cacat

Cara Menangani

• Perawatan yang dilakukan bisa cukup kompleks, ini memerlukan gabungan antara penggunaan obat-obatan guna meringankan gejala yang diakibatkan oleh sindrom rett, terapi bicara dan fisik juga dibutuhkan, bahkan mereka membutuhkan pelatihan kerja sehingga dapat belajar bersosialisasi.
• Tak kalah penting untuk memberikan perhatian penuh bagi penyandang sindrom rett, bahkan sepanjang kehidupannya. Walau gangguan ini tidak dapat benar-benar disembuhkan saat ini, beragam upaya sedang dikerahkan dalam mengatasi penyakit langka ini. Saat ini yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi gejala yang diakibatkan oleh sindrom tersebut melalui kombinasi perawatan tersebut, dengan demikian Anda dapat menghadapi sindrom rett dengan lebih tegar.
• Serangkaian tes dapat dilakukan; ini mencakup pemeriksaan darah, urin, kecepatan impuls saraf, pendengaran, mata, magnetic resonance imaging (MRI), dan computerized tomography (CT scan), juga elektoensefalogram (EEG), maupun DNA.