Informasi mengenai disabilitas

ADHD

Pengertian
ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder.

Penyebab

1. Kelainan anatomi otak

Anak-anak yang didiagnosis ADHD memiliki perbedaan dalam fungsi otak dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. Otak memiliki bahan kimia yang disebut neurotransmiter yang berperan dalam proses interaksi sel-sel yang ada di otak.

Pada ADHD, neurotransmiter yang disebut dopamin cenderung tidak berfungsi sehingga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan seperti impulsif, kurang konsentrasi, dan hiperaktif. Seorang anak dengan ADHD juga cenderung memiliki volume otak lebih kecil dibanding anak usia sebaya.

2. Genetik

ADHD diyakini akan diwariskan dari orang tua yang mengalami kelainan serupa. Satu dari empat anak yang didiagnosis ADHD memiliki kerabat dengan gangguan serupa. ADHD juga lebih sering ditemukan pada anak kembar identik.

3. Faktor Ibu

Ibu hamil yang memiliki kebiasaan merokok mempertinggi resiko memiliki anak dengan ADHD. Demikian juga, mengkonsumsi alkohol atau obat lain selama periode kehamilan dapat menghambat aktivitas neuron yang memproduksi dopamin. Wanita hamil yang terpapar racun kimia seperti polychlorinated biphenyls juga berpotensi memiliki anak ADHD.

Bahan kimia ini banyak digunakan dalam industri pestisida. Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain terbukti pula menghambat pertumbuhan normal reseptor otak

4. Faktor Lingkungan

Paparan racun pada anak dari lingkungan seperti timbal dan polychlorinated biphenyls dikhawatirkan akan memicu ADHD.
Faktor lingkungan lain yang mungkin berkontribusi diantaranya adalah polusi, bahan makanan yang memiliki warna buatan, dan paparan sinar neon.

Ciri Khusus
1. Selalu bergerak, dan gerakan-gerakannya tidak beraturan, tidak terkontol serta tanpa sebab yang jelas.
2. Sering lupa terhadap segala hal, disebabkan kekurangmampuan untuk berkonsentrasi sehingga hal tersebut kurang pula diperhatikannya.
3. Sering bingung tanpa sebab yang kuat.
4. Kelabilan emosi, cenderung gelisah, resah, dan tidak tenang.
5. Kecenderungan mengganggu orang lain.

Orang tua yang selalu mengkritik anak dan sering menghukum untuk kesalahan-kesalahan kecil juga bisa memicu munculnya perilaku ADHD.

Cara Menangani

Methylphenidate, dexamfetamine, dan lisdexamfetamine termasuk dalam golongan obat stimulan. Obat-obatan ini akan memicu peningkatan aktivitas otak, terutama pada bagian yang mengendalikan kemampuan konsentrasi dan perilaku.

Methylphenidate umumnya diberikan pada remaja dan anak-anak di atas 6 tahun. Apabila pasien tidak cocok dengan obat ini, dokter akan menggantinya dengan dexamfetamine yang dianjurkan untuk anak-anak di atas 3 tahun.

Jika obat stimulan tidak cocok untuk pasien, misalnya karena alasan kesehatan tertentu, dokter biasanya akan memberikan atomoxetine. Obat ini termasuk jenis selective noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI). SNRI akan meningkatkan kadar senyawa noradrenalin dalam otak sehingga dapat membantu daya konsentrasi dan mengendalikan impuls. Atomoxetine bisa diresepkan untuk remaja dan anak-anak di atas 6 tahun.